Selasa, 06 Maret 2012

Membuat dan mengolah video perjalanan

Siang itu tanggal 3 Maret 2012, gue baru menyelesaikan tes masuk SMA di UI. Sambil menunggu bokap pulang sekolah, gue pun memutuskan pergi ke pameran Focus di JCC. HTM weekend 15 ribu, agak berat juga sih -_-

Siang itu gue terlambat dateng ke workshop yg gue harap, yaitu travelling photography. Tapi ternyata gue tertarik dengan workshop selanjutnya yg diselenggarakan oleh National Geographic Indonesia / fotokita.net dengan narasumber Giri Prasetyo :D


Sejak 2008, DSLR memiliki fitur baru: Video Recording. Saat ini DSLR yg ada di pasaran memiliki resolusi yg cukup hebat, mulai dari HD (1028x756) maupun Full HD (1920x1080). Sehingga saat travelling kita memiliki beberapa pilihan, antara fotografi atau videography. Dan patut diketahui, videografi itu masih anaknya fotografi.

Kenapa kita mengabadikan perjalanan kita dengan video? Karena video lebih bersifat persuasif. memiliki drama, alur, audio, emosi, ekspresi, dan pengalaman.

Travel video itu :

-Video naratif

Video yg menggunakan narasi / wawancara. Dimana ada seorang pembicara yg menceritakan seisi cerita.

Mas Giri mencontohkannya dengan video ini:


Cerita Caci from Giri Prasetyo on Vimeo.

-Video observatif

-video eksperimental

Selain itu, sebaiknya anda melakukan beberapa riset tentang kondisi tujuan anda. Dan lebih baik lagi jika anda memiliki konsep untuk menghindari tumpukan shot yg mubazir. Giri menceritakan bahwa dulu ia tidak menggunakan konsep ketika mengambil gambar, akibatnya, ia kebingungan saat kurasi video :D.

Salah satu faktor utama dalam video adalah musik. Hal ini dapat memperkuat feel sebuah video. Dan yang penting dalam hal ini adalah, Musik mengikuti video, bukan video mengikuti musik. Kalo video yang mengikuti musik, bukan Travel Video lagi namanya, tapi Music Video hehe..

Dan lets the location speak for itself. Rekamlah apa yang ada, jangan terlalu dibuat buat. Menurut mas Giri, banyak orang yg punya mata tapi tidak melihat apa apa.

Dan ada beberapa teknis kamera yg sebaiknya diperhatikan:

-Resolution

Biasanya dalam DSLR terdapat 2 pilihan, antara HD (1028x756) dan Full HD (1980x1028)


-FPS

Umumnya yg biasa digunakan adalah 24 fps atau 25 fps. Tapi kadang ada juga yg menggunakan 60 fps.

-Shutter Speed

Tidak berbeda dengan fotografi, shutter speed disini juga berperan untuk detail video.

-Diafragma

Ini salah satu faktor yg menentukan shutter speed. Kalo paham segitiga exposure pasti ngerti deh.. :D

-ISO

Sebaiknya gunakan ISO dengan kelipatan 160. Hal ini berdasarkan pengamatan mas Giri. Penemuan yg agak absurd karena teori iso di videografi berbeda dengan di fotografi

-Picture Style

Ini dibutuhkan agar video tidak terkesan flat. Tapi mungkin bisa saja diubah pake video renderer. Semacam photoshop untuk mengubah warna gambar :D

-Focus

Karena autofocus video di DSLR bisa dibilang cukup buruk. Tapi kalau tidak salah autofocus di DSLT sudah cukup memuaskan :D


---------------------------------------------------------------
Btw, tiket masuk JCC kemaren worthed lho! Selain pameran foto yg menarik, workshop yg menarik, dan ada beberapa pameran lain yg diselenggarakan saat itu. Mega Computer Bazaar, dan Game Festival apalah itu :D.


Published with Blogger-droid v2.0.4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar